Peningkatan Kualitas SMK dengan Implementasi Inpres No 9 tahun 2016

Soal B. Indonesia Kelas X
November 24, 2019
SOAL PEMELIHARAAN MESIN KELAS 12.A
November 29, 2019

Peningkatan Kualitas SMK dengan Implementasi Inpres No 9 tahun 2016

Bandung— Dilansir dari psmk.kemdikbud.go.id, dalam rangka pengimplementasian Inpres nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi Sekolah Menengah  Kejuruan Dalam Rangka Peningkata Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan melakukan gelarn  Penyusunan Rencana Induk Revitalisasi (RIR) diberbagai daerah. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program Revitalisasi SMK tahun 2020. Penyusunan Rencana Induk Revitalisasi dengan tujuan untuk melakukan implementasi secara menyeluruh.  Pada   Tanggal 26 September kembali menggelar Penyusunan Rencana Induk Revitalisasi (RIR) Tahap II di Bandung.

Total peserta pada  kegiatan ini sejumlah  185 SMK hadir sebagai calon pelaksana program Revitalisasi Region 2 yang terpilih dari 730 lebih SMK yang telah diasesmen oleh petugas manajemen dan petugas teknis.


“Revitalisasi SMK ini sudah mulai dilaksanakan sejak 2016. Pada awalnya pelaksanaan revitasasi ini bersifat masih parsial. Sedangkan pada tahun 2020-2024 diharapkan ada revitalisasi total dan menyeluruh. Abdul Haris, Kepala Seksi Evaluasi, Subdit Program dan Evaluasi mengatakan bahwa tidak hanya kompetensi keahlian saja  yang akan  direvitalisasi, tetapi juga sekolahnya,”. 

Karena adanya alasan tersebut maka setiap SMK calon peserta program revitalisasi diwajibkan membuat RIR SMK. Dengan adanya RIR, sekolah diharapkan dapat melaksanakan program dengan lebih efisien dan efektif.  RIR yang akan dikembangkan merupakan landasan awal pedoman dalam melaksanakan revitalisasi SMK sesungguhnya.

Beberapa poin-poin penting yang harus dimasukkan ke dalam RIR, yaitu guru dan tenaga kependidikan, kurikulum, kerja sama industri, dan peralatannya. Selain itu, pembinaan karakter juga perlu ditingkatkan.

Tujuan Akhir dari revitalisasi adalah untuk meningkatkan kompetensi siswa dan mengurangi pengangguran tamatan SMK. Karakter atau kebiasaan tamatan SMK menjadi penghambat dan peluang menghasilkan tamatan SMK yang berkualitas dan professional..

Peserta Didik tamatan SMK bekerja hanya bermimpi dapat bekerja sesuai bidangnya jika hanya bermodal ijazah dan sertifikat keahlian. Banyak sekali proses belajar menjadi seorang pekerja yang mumpuni dan dibutuhkaan industri, harus ada perubahan mendasar dari karakter peserta didik menjadi karakter pekerja yang tidak mengenal waktu. Proses belajar inilah yang harus dibiasakan sejak menjadi calon pekerja, seperti kedisplinan, kesehatan, pemampilan, dan portofolio. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *